SERTIFIKASI SMK3

Menjelang akhir tahun Tender-tender proyek Jasa Konstruksi sudah berbenah menentukan pilihan, para tim pencari Lelang / Marketing melalui jalur LPSE , Pemilihan Langsung, perusahaan Swasta, Perusahaan BUMN, PMA, Negeri sudah mulai sibuk dengan target – target tertentu diminta oleh perusahaan / Manajemen, disaat ini lah salah satu syarat dalam memperolehnya dibutuhkan Sertifikasi SMK3 Perusahaan Konstruksi khususnya, dibutuhkan dengan cepat dan tepat sasaran, selain Sertifikasi ISO 9001, OHSAS 18001 dan lainnya.

hubungi kami jpeg

Menjadikan proses Sertifikasi SMK3 Perusahaan Konstruksi pp 50 tahun 2012 mudah, hubungi kami 085100611236 0822 4530 4466 untuk mendapatkan penawaran khusus.

PT InsPiRaSi PJK3 No.KEP.26/M/DJPPK/2006

Pada saat itu juga ada kelengkapan tender yang sangat signifikan berpengaruh dalam penilaian (Sistem Scooring) atau juga ada yang dapat menggugurkan Pra-Kualifikasi Tender yaitu Sertifikat SMK3 Perusahaan Konstruksi yang dikeluarkan oleh Kemenakertrans RI.

Oleh karena itu banyak perusahaan yang sudah menerapkan OHSAS 18001:2015 menganggap remeh dengan Proses Sertifikasi SMK3 PP 50 2012 ini. Manajemen menganggap jika sudah tersertifikasi OHSAS 18001:2015 dapat dengan mudah mendapat SMK3 PP 50 tahun 2012, malah ada yang meminta langsung Sertifikat SMK3 tanpa proses Audit.

nusa7.com

Kenyataan seperti ini sungguh tidak benar. Mekanisme Sertifikasi SMK3 Perusahaan Konstruksi sesuai PP 50 tahun 2012 berbeda dengan OHSAS 18001:2007. Kebutuhan Sertifikat OHSAS menjadi Sertifikat SMK3 , Proses Audit dan Sertifikasi OHSAS langsung dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi sedangkan SMK3 PP 50 tahun 2012 Proses Audit dilakukan oleh lembaga audit SMK3 yang ditunjuk oleh Kemenakertrans RI yang saat ini hanya ada 8 Lembaga Audit SMK3 yang RESMI yang mendapatkan izin untuk dapat melakukan Audit SMK3.

Pedoman SMK3 PP No.50 tahun 2012 sebelumnya adalah Permenaker 05/1996 (sudah tidak berlaku), Penerapan SMK3 ini adalah kelanjutan dari ketentuan peraturan perundangan yang tertuang dalam UU No.13 Tahun 2003 pada pasal 87 yang berbunyi :

  1. Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.
  2. Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

Hal inilah yang mendorong semua Kementrian (tidak hanya Kemenekar) harus mengikuti Peraturan Pemerintah ini, termasuk Kementrian Pekerjaan Umum, Kementrian Perhubungan, Kementrian Perindustrian dan beberapa Kementrian lainnya sudah memasukkan Persyaratan Perusahaan pada saat tender harus menyertakan / membuktikan penerapan SMK3 dengan Sertifikat SMK3 Perusahaan Konstruksi.

Alasan diatas seperti ini, yang selalu menjadi Momok bagi tim tender / tim marketing yang tahu bahwa perusahaannya belum tersertifikasi SMK3 mencari jalur cepat / Shortcut. Kenapa hal ini bisa terjadi, karena Sertifikasi SMK3 jauh berbeda dengan proses yang dilakukan OHSAS, di Indonesia penerapan OHSAS khususnya Lembaga Sertifikasi tidak adanya pengawasan dari pemerintah. Komite Akreditasi Nasional (KAN) tidak mengakreditasi Lembaga Sertifikasi terhadap OHSAS, karena OHSAS produk luar yang bersifat Tidak Wajib (Sukarela).

Akibatnya sertifikasi OHSAS menjadi gampang dan mudah untuk didapat, malah ada yang tanpa Audit, sertifikat OHSAS dapat keluar dg gampangnya (Ulah Lembaga Sertifikasi abal-abal). Butuh kejelian dan ketelitian bagi perusahaan yang ingin mensertifikasi perusahaannya terhadap OHSAS sehingga tujuan sertifikasinya dapat bermanfaat bagi perusahaan.

Menjadikan proses Sertifiksi SMK3 Perusahaan Konstruksi pp 50 tahun 2012 mudah, hubungi kami untuk mendapatkan penawaran khusus.

085100611236 0822 4530 4466

PT InsPiRaSi PJK3 No.KEP.26/M/DJPPK/2006