Dokumen Sertifikat SMK3

Salah satu isi dokumen Sertifikat SMK3 terdapat Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko / Job Safety Analysis dan Risk Assessment.
Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko / Job Safety Analysis dan Risk Assessment adalah suatu program kerja yang didalamnya terdapat proses mengetahui tanda awal dari resiko bahaya pada suatu pekerjaan, membuat identifikasi awal dari resiko bahaya dan nilai dari tingkat resiko bahaya tersebut, kemudian melakukan pengendalian terhadap resiko bahaya yang telah di identifikasi.

kontak nusa7 2015
Tujuan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko / Job Safety Analysis dan Risk Assessment adalah :
Untuk memantau resiko-resiko bahaya yang jarang diketahui atau beberapa resiko bahaya yang memang dengan sengaja tidak dihiraukan dalam pekerjaan, padahal beresiko pada kecelakaan atau pada tidak bagus terhadap kesehatan.
Mengacu pada isi dokumen Sertifikat SMK3 maka Tata laksana Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko / Job Safety Analysis dan Risk Assessment dalam mengendalikan bahaya dan mengurangi resiko kecelakaan adalah :
1. Menentukan pekerjaan yang akan diperiksa potensi bahayanya.
a. Pekerjaan yang memerlukan Job Safety Analysis dan Risk Assessment adalah pekerjaan yang potensi bahaya yang berdampak pada kecelakaan kerja.
b. Merupakan pekerjaan baru dengan potensi bahaya untuk terjadi kecelakaan kerja.
c. Pekerjaan lama dengan alat-alat baru sehingga menimbulkan perubahan pada langkah kerja.
2. Mengurutkan pekerjaan menjadi langkah-langkah kerja
a. Menetapkan langkah-langkah kerja sederhana yang akan dilaksanakan.
b. Batasi secara umum langkah-langkah kerja tersebut, Contoh : maksimal 10 langkah kerja.
3. Menentukan tahap kerja kritis
Tahap kerja kritis adalah tahap kerja dimana pada tahap tersebut dinilai memiliki potensi bahaya yang berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja.
4. Mengenali sumber bahaya
a. Sumber bahaya mekanik : Putaran mesin, angkat-angkut, roda gigi, rantai, beban, handling.
b. Sumber bahaya fisik dan kimia : Listrik, Tekanan, Vibrasi, Suhu, Kebisingan, bahan kimia.
c. Pertimbangkan cidera akibat Jatuh, Ledakan, Paparan gas/kimia, asap, regangan otot.
d. Pertimbangkan lingkungan kerja, peralatan, rekan kerja.
e. pertimbangkan kemungkinan personil yang dapat cidera yaitu pelaksana kerja tersebut atau rekan kerja.

logo konsultan sertifikat smk3
5. Mengendalikan
Tentukan tindakan pengendalian bahaya berdasarkan hirarki pengendalian atau biasa disebut urutan langkah pengendalian. antara lain :
a. Rekayasa teknik yaitu melakukan pengamanan terhadap mesin yang dinilai memiliki bahaya berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja.
b. Administratif yaitu memberikan pelatihan dan sertifikasi, Briefing K3, rotasi kerja.
c. Evaluasi cara kerja.
d. Berikan Alat Pelindung diri.
6. Mencatat pada dokumen Sertifikat SMK3
a. Urutkan langkah kerja.
b. Jelaskan langkah kerja.
c. Pengendalian.
d. Dokumentasikan Job Safety Analysis dan Risk Assessment pada formulir dokumen Sertifikat SMK3.
7. Mengkomukasikan
Sosialisasikan kepada pelaksana pekerjaan.
8. Meninjau Ulang
Lakukan peninjauan ulang Job Safety Analysis dan Risk Assessment apabila terjadi hal-hal berikut :
a. Saat pekerjaan selesai.
b. Ada sumber bahaya lain teridentifikasi.
c. Ada metode pekerjaan yang berubah.

mengapa Nusapitu Konsultan
Dari langkah-langkah tersebut sudah bisa dilaksanakan sebuah program Job Safety Analysis dan Risk Assessment yang ditentukan dalam dokumen Sertifikat SMK3 idealnya pembuatan Job Safety Analysis dan Risk Assessment dapat dibentuk tim dari antara lain :
1. Pimpinan tertinggi dari pelaksana pekerjaan.
2. Perwakilan pekerja yang melakukan pekerjaan.
3. Ahli K3 Perusahaan.